Sepulang Subuh keliling, jamaah suling Bersilaturahmi dikediaman Bapak
Marzuki kampung Arab, jamaah dijamu makan pagi dilengkapi kopi
jahe,..nikmatnyeeee. berkah orang-orang yg solat tahajud, solat subuh
berjamaah diawal waktu, mendapatkan santapan rohani dan jasmani.
Sesungguhnya di dalam Surga itu terdapat pintu yang dinamakan Ar-Rayyan. Orang yang berpuasa akan masuk melalui pintu tersebut pada Hari Kiamat kelak. Tidak boleh masuk seorangpun kecuali mereka. Kelak akan ada pengumuman: Di manakah orang yang berpuasa? Mereka lalu berduyun-duyun masuk melalui pintu tersebut. Setelah orang yang terakhir dari mereka telah masuk, pintu tadi ditutup kembali. Tiada lagi orang lain yang akan memasukinya” [Bukhari-Muslim]
Mesjid Al-Furqan Kampung Arab
Subuh Keliling di Mesjid Al-Purqan Kampung Arab, Ketapang, Kultum 15
menit Ust.H.Habib Azan, materi ; persiapan menghadapi ramadhan bulan
yang dirindukan, dimana ibadah sunah pahalanya sama dengan ibadah wajib,
ibadah wajib dilipat gandakan sebanyak 700 kali lipat. Selasa,
31-5-2016
Menyesal Karena Tidak Bersedekah
“Hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, ia berkata, ‘ Ya Tuhan, kembalikan saya ( kedunia ) agar saya bebuat amal saleh terhadap yang telah saya tinggalkan “( Al Mukminun (23 ) : 99-100 ). Terkait ini Abu Hurairah ra menuturkan “ Jika ia diletakkan di kuburnya, lalu diperlihatkan tempatnya di neraka, maka ia akan berkata :” Wahai Tuhan, kembalikan saya ke dunia, niscaya saya akan bertobat dan beramal saleh.” Lalu dikatakan kepadanya, “ Engkau pernah mendapatkan kesempatan “. Kemudian kuburnya dipersempit untuknya.
Allah swt tidak akan memberkahi harta yang selalu disimpan oleh pemiliknya dan tidak mau diinfakkan kepada orang yang wajib dia berikan infak. Karena ini adalah perbuatan orang yang kikir dan kekikiran adalah sifat yang tercela dan dibenci. Yang tidak disukai Allah dan Rasul-Nya juga tidak disenangi oleh manusia. Perbuatan kikir ini adalah ajakan setan sebagaimana firman-Nya dalam Al Baqarah 268 “ Setan menjanjikan ( menakut nakuti ) kemiskinan kepadamu dan menyuruh kamu berbuat keji ( kikir ), sedangkan Allah menjanjikan ampunan dan karunia-Nya kepadamu. Dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui “.
Harta orang yang kikir tidak memiliki keberkahan, tidak memiliki kebaikan, dan tidak akan berkembang. Rasulullah saw bersabda “ Hindarilah perbuatan zalim karena orang yang melakukan perbuatan zalim akan disiksa pada hari kiamat. Hindarilah sifat kikir, karena telah membinasakan orang yang datang sebelum kamu “ ( HR.Muslim ).Rasulullah saw bersabda “ Suatu kaum yang tidak mau mengeluarkan zakat akan ditimpakan bencana oleh Allah selama bertahun-tahun “ ( HR.Thabrani ).Dalam hadis lain beliau saw bersabda “ Orang yang menolak mengeluarkan zakat akan berada di neraka pada hari kiamat “ ( HR.Thabrani ).Abu Dzar Al Ghfirai ra meriwayatkan, pada suatu hari Nabi saw duduk dibawah Ka’bah sambil berkata “ Demi Tuhannya Ka’bah mereka adalah orang –orang yang merugi “.Maka aku bertanya “ Wahai Rasulullah, siapakah mereka ? “. Rasul saw menjawab “ Mereka adalah orang yang memiliki harta yang sangat banyak, tetapi ketika datang orang dari arah depannya, dan arah sebelah kanannya, dan dari arah sebelah kirinya, hanya sedikit yang mau mengeluarkan sedekah “ ( HR.Bukhari – Muslim ). Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Turmuzi Rasulullah memberi peringatan kepada orang yang kikir “ . . . . Orang yang kikir jauh dari Allah, jauh dari manusia, jauh dari surga dan dekat dengan neraka. Orang bodoh yang bersifat pemurah lebih disukai Allah daripada ahli ibadah yang kikir “ ( HR.Turmuzi ).Dan Allah swt mengancam kepada orang yang kikir “ Dan adapun orang yang kikir dan merasa dirinya cukup ( tidak perlu pertolongan Allah ), serta mendustakan ( pahala ) yang terbaik, maka akan Kami mudahkan baginya jalan menuju (kesengsaraan ) . Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila ia telah binasa “ ( Al Lail ( 92 ) : 8-11 )
Dari Abu HUrairah ra, ia berkata “ Seseorang datang kepada Rasulullah saw dan bertanya, ‘ Sedekah apakah yang paling utama ? ‘. Beliau saw menjawab “ Engkau bersedekah saat engkau masih sehat dan kikir, engkau takut miskin dan sangat berharap bisa kaya “ ( HR.Bukhari ). Wallahu’alam
Di Post : H.Uti Konsen /Tgl 30 Mei 2016 / Jam 6.34 Wib
Silaturahmi Dikediaman Bapak H.Amat Rawi
Sepulang Subuh Keliling jama,ah silaturahmi dikediaman Bapak H.Amat Rawi
dan dijamu sarapan pagi dan minumkopi pagi. nikmatnya makan setelah
solat subuh ,siraman rohani, dan minumkopi pagi.
Hamba yang istiqamah Tahajjud, akan mendapat Qaulan Tsaakila ( Ucapan yang berwibawa atau berbobot, penuh charisma )
Ucapan Nabi saw padat, singkat, penuh hikmah,
sehingga yang mendengarnya langsung terkesima dan ingin mematuhinya. Contoh.Ketika
Nabi saw sedang istirahat ,tidur siang dibawah sebatang pohon, pedang beliau
yang digantung di dahan pohon itu, diambil oleh Datsur,seraya mengamcam “ Wahai Muhammad, siapa yang dapat menolongmu
dari tebasan pedang ini ? ! “. Rasulullah saw menjawab “ Allah “. Mendengar jawaban Rasulullah
saw tersebut pedang yang dipegang Datsur terjatuh,lantaran getaran suara Allah
yang diucapkan Rasulullah saw tersebut.
Hamba
yang istiqamah Tahajjud, akan membuat Allah swt tertawa. Rasulullah saw
bersabda “ Allah tertawa terhadap ahli
tahajjud. Jika Allah tertawa kepada seorang hamba, maka dia tidak akan dihisab
“ (HR.Ahmad ).
Hamba
yang istiqamah Tahajjud, dirindukan oleh
BIdadari. Di surga kenikmatan jasmani yang paling besar adalah adanya
bidadari. Oleh karena itu Al Quran menyebutkannya di berbagai tempat. Bidadari(
huur’inn ). Rasulullah saw bersabda “ Andai
ada seorang bidadari ditampakkan di dunia, niscaya alam sekitarnya akan terang
benderang, berbau harum, dan mahkota yang di atas kepalanya lebih baik daripada
dunia dan seisinya.” ( HR.Turmuzi )
Hamba
yang istiqamah Tahajjud, dikagumi para malailat. Rasulullah saw bersabda “ Seorang mukmin yang bangun malam, pada
hakekatnya ia telah memaksa dirinya kepada kesucian. Allah swt berfirman kepada
para malaikat,’ Lihatlah kepada hamba-Ku ini yang mau memaksa dirinya qiyamul
lail dan mau berdoa kepada-Ku. Maka apa pun yang diminta hamba-Ku maka ia akan
Aku berikan.”( HR.Ahmad dan Ibnu Hibban )
Hamba yang istiqamah Tahajjud, tergolong hamba yang mencintai Allah.
Hadis
Qudsi, Allah swt berfirman,” Rahmat Tuhan
turun ke bumi pada 1/3 malam terakhir. Orang – orang yang lebih mementingkan
tidur nyenyak dari pada beribadah kepada-Ku, maka pengakuan cintanya kepada-Ku
adalah omong kosong belaka. Bukankah setiap orang yang sasling bercinta kasih,
selalu mencari waktu sunyi untuk berbisik dengan kekasihnya ?. Aku sangat
senang melihat kekasih-Ku yang membayangkan kehadiran-Ku dihadapannya, biacara
dari hati kehati dengan-Ku. Orang – orang seperti itu akan Aku tempatkan di
dalam surga.”( Dikutip di Majalah
Hidayatullah Edisi April 1993 )
Hamba yang sejak pagi
ingin qiyamul lail,maka niat tersebut sudah diganjar pahala oleh Allah swt.
Imam Ahmad berkata kepada anaknya “ Niatkanlah
kebaikan maka kamu berada pada kebaikan yang kamu niatkan itu.”
Hamba
yang istiqamah Tahajjud, akan menikmati hati yang tenteram. Tahajjud
merupakan anugerah sangat besar dari Allah swt. Saat gelisah, tahajjud bisa
mempercepat datangnya rahmat Allah. Ketika rahmat Allah menyelamakan kita, kegelisahan
akan hilang tanpa bekas. Ujar Hudzaifah “ Setiap
Nabi saw mengalami kesulitan, beliau salat.” ( HR.Ahmad dan Abu Daud
).Wallahu’alam
Harta Haram Membawa Bencana
SATU saat Rasul SAW bersabda kepada para sahabatnya “ Akan datang
suatu masa kepada manusia, yang di dalamnya manusia tidak kuasa lagi
mencari penghidupan melainkan dengan cara maksiat, hingga seseorang
berani berdusta dan bersumpah palsu. Maka apabila masa itu telah datang,
hendaklah kalian berlari.” Seorang sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah,
kemanakah kami harus berlari?” Rasul SAW menjawab, “Berlarilah kepada
Allah dan kepada kitab-Nya dan kepada sunnah Nabi-Nya.” (HR.
Ad-Dailami)
Memakan harta haram baik haram disebabkan zat maupun cara mendapatkannya, jelas wajib dihindari karena sangat merugikan. Bukan hanya merugikan orang tapi juga merugikan diri sendiri dan keluarganya. Kerugian yang menimpa diri sendiri di antaranya adalah: Pertama, doanya tidak akan dikabulkan, amalnya tidak akan diterima dan diancam jadi penghuni neraka. Rasul SAW pernah bersabda menceritakan tentang seorang laki-laki yang melakukan perjalanan panjang, rambutnya acak-acakan, tubuhnya dipenuhi debu, ketika itu lelaki tersebut berdoa dengan mengangkat kedua tangannya ke langit dan menyebut nama Allah, ‘wahai Rabb, wahai Rabb, lalu beliau bersabda (Sedangkan) laki-laki tersebut mengkonsumsi makanan dan minuman yang tidak halal, pekaiannya pun tidak halal dan selalu diberi (makanan) yang tidak halal, maka bagaimana mungkin permohonannya akan dikabulkan oleh Allah.” Ibnu Abbas RA berkata, “Allah tidak menerima salat seseorang yang dalam perutnya ada (makanan) yang haram, sampai dia bertaubat kepada Allah dari perbuatan tersebut.”
Sa’ad bin Waqash pernah minta didoakan Nabi SAW agar doanya senantiasa terkabul. Nabi SAW bersabda, “ Hai Sa’ad, perbaikilah makananmu, tentu doamu akan dikabulkan. Demi Zat yang jiwa Muhammad berada dalam kekuasaan-Nya, sesungguhnya hamba yang memasukkan makanan haram di dalam mulutnya tidak akan diterima amalnya selama 40 hari. Dan siapa saja hamba yang dagingnya tumbuh dari barang haram, neraka lebih utama baginya.” (HR.Thabrani)
Kedua, ia tidak akan dipedulikan Allah, dari pintu yang mana ia akan dimasukkan ke dalam neraka. Rasul SAW bersabda, “Siapa yang tidak mempedulikan dari mana ia mendapatkan harta, maka Allah tidak akan memperdulikan dari pintu yang mana ia akan dimasukkan ke dalam neraka” (Hadis Ibnu Umar).
Ketiga, ia akan diremehkan setan. Ia diremehkan setan karena perbuatan memakan harta haram itu sudah cukup memasukkannya ke dalam neraka dan ibadah yang dilakukannya tidak akan membawa manfaat. Rasul SAW bersabda, “Sesungguhnya jika ada seseorang yang beribadah, setan akan berkata kepada kawan-kawannya, ‘Lihatlah dari mana makanannya’, Jika makanannya berasal dari yang haram, maka setan berkata, ‘Biarkan dia berpayah–payah dan bersungguh-sungguh (beribadah), sungguh telah cukup bagi kalian dirinya itu. Sesungguhnya kesungguhan beribadahnya beserta makan barang haram tidak akan membawa manfaat” (HR. Muslim).
Keempat, Allah enggan memberikan kebahagiaan dan ketenangan hidup baginya. Ibnu Katsir mengatakan antara lain meskipun (terlihat) secara lahir hidupnya senang, berpakaian, makan dan bertempat tinggal sesukanya, akan tetapi hatinya selalu diliputi kegundahan dan keraguan, karena dirinya jauh dari kebenaran dan petunjuk-Nya. Dengan kalimat lain orang yang menimbun harta yang haram tidak mungkin merasakan kebahagiaan dan ketenangan sejati dalam hidupnya, berapa pun banyaknya harta dan kemewahan dunia yang dimilikinya, bahkan ini justru membawa penderitaan yang berkepanjangan dalam hidupnya.
Kelima, menyebabkan terhalangnya melakukan amal saleh. Allah SWT mengisyaratkan eratnya keterkaitan antara mengonsumsi makanan yang halal dengan semangat beramal saleh. Firman-Nya, “Wahai Rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik (halal) dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (Al Mukminun (23):51). Ayat ini menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan yang halal merupakan sebab mendorong manusia untuk beramal saleh dan sebab diterimanya amal saleh tersebut.
Keenam, merupakan sebab turunnya bencana dan azab Allah kepada masyarakat. Rasul SAW bersabda, “Apabila perbuatan zina dan riba telah tampak (tersebar) di suatu desa, maka sungguh mereka telah mengundang azab (dari) Allah untuk menimpa mereka.” Inilah makna firman Allah SWT, “Telah nampak kerusakan di darat dan di lautan karena perbuatan tangan (maksiat) manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali ke jalan yang benar” ( Ar-Rum (30 ): 41 ). Wallahu’alam.
Di Post. H.Uti Konsen / Tgl 29 Mei 2016. Jam 6.51 Wib
Memakan harta haram baik haram disebabkan zat maupun cara mendapatkannya, jelas wajib dihindari karena sangat merugikan. Bukan hanya merugikan orang tapi juga merugikan diri sendiri dan keluarganya. Kerugian yang menimpa diri sendiri di antaranya adalah: Pertama, doanya tidak akan dikabulkan, amalnya tidak akan diterima dan diancam jadi penghuni neraka. Rasul SAW pernah bersabda menceritakan tentang seorang laki-laki yang melakukan perjalanan panjang, rambutnya acak-acakan, tubuhnya dipenuhi debu, ketika itu lelaki tersebut berdoa dengan mengangkat kedua tangannya ke langit dan menyebut nama Allah, ‘wahai Rabb, wahai Rabb, lalu beliau bersabda (Sedangkan) laki-laki tersebut mengkonsumsi makanan dan minuman yang tidak halal, pekaiannya pun tidak halal dan selalu diberi (makanan) yang tidak halal, maka bagaimana mungkin permohonannya akan dikabulkan oleh Allah.” Ibnu Abbas RA berkata, “Allah tidak menerima salat seseorang yang dalam perutnya ada (makanan) yang haram, sampai dia bertaubat kepada Allah dari perbuatan tersebut.”
Sa’ad bin Waqash pernah minta didoakan Nabi SAW agar doanya senantiasa terkabul. Nabi SAW bersabda, “ Hai Sa’ad, perbaikilah makananmu, tentu doamu akan dikabulkan. Demi Zat yang jiwa Muhammad berada dalam kekuasaan-Nya, sesungguhnya hamba yang memasukkan makanan haram di dalam mulutnya tidak akan diterima amalnya selama 40 hari. Dan siapa saja hamba yang dagingnya tumbuh dari barang haram, neraka lebih utama baginya.” (HR.Thabrani)
Kedua, ia tidak akan dipedulikan Allah, dari pintu yang mana ia akan dimasukkan ke dalam neraka. Rasul SAW bersabda, “Siapa yang tidak mempedulikan dari mana ia mendapatkan harta, maka Allah tidak akan memperdulikan dari pintu yang mana ia akan dimasukkan ke dalam neraka” (Hadis Ibnu Umar).
Ketiga, ia akan diremehkan setan. Ia diremehkan setan karena perbuatan memakan harta haram itu sudah cukup memasukkannya ke dalam neraka dan ibadah yang dilakukannya tidak akan membawa manfaat. Rasul SAW bersabda, “Sesungguhnya jika ada seseorang yang beribadah, setan akan berkata kepada kawan-kawannya, ‘Lihatlah dari mana makanannya’, Jika makanannya berasal dari yang haram, maka setan berkata, ‘Biarkan dia berpayah–payah dan bersungguh-sungguh (beribadah), sungguh telah cukup bagi kalian dirinya itu. Sesungguhnya kesungguhan beribadahnya beserta makan barang haram tidak akan membawa manfaat” (HR. Muslim).
Keempat, Allah enggan memberikan kebahagiaan dan ketenangan hidup baginya. Ibnu Katsir mengatakan antara lain meskipun (terlihat) secara lahir hidupnya senang, berpakaian, makan dan bertempat tinggal sesukanya, akan tetapi hatinya selalu diliputi kegundahan dan keraguan, karena dirinya jauh dari kebenaran dan petunjuk-Nya. Dengan kalimat lain orang yang menimbun harta yang haram tidak mungkin merasakan kebahagiaan dan ketenangan sejati dalam hidupnya, berapa pun banyaknya harta dan kemewahan dunia yang dimilikinya, bahkan ini justru membawa penderitaan yang berkepanjangan dalam hidupnya.
Kelima, menyebabkan terhalangnya melakukan amal saleh. Allah SWT mengisyaratkan eratnya keterkaitan antara mengonsumsi makanan yang halal dengan semangat beramal saleh. Firman-Nya, “Wahai Rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik (halal) dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (Al Mukminun (23):51). Ayat ini menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan yang halal merupakan sebab mendorong manusia untuk beramal saleh dan sebab diterimanya amal saleh tersebut.
Keenam, merupakan sebab turunnya bencana dan azab Allah kepada masyarakat. Rasul SAW bersabda, “Apabila perbuatan zina dan riba telah tampak (tersebar) di suatu desa, maka sungguh mereka telah mengundang azab (dari) Allah untuk menimpa mereka.” Inilah makna firman Allah SWT, “Telah nampak kerusakan di darat dan di lautan karena perbuatan tangan (maksiat) manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali ke jalan yang benar” ( Ar-Rum (30 ): 41 ). Wallahu’alam.
Di Post. H.Uti Konsen / Tgl 29 Mei 2016. Jam 6.51 Wib
SULING DI MASJID AL-FALAH
Sabtu, 28-5-2016 Jam 05.15 Wib.
Subuh keliling di mesjid Al-Falah Kel.Mulia Baru Ketapang, Kultum 15 menit oleh Kyai H.Uti Konsen. Selesai kultum silaturahmi, sarapan pagi di teras, mesjid al-falah Ketapang
H.Uti Aliansyah, Anoncer/MC Di Komunitas Suling Ketapang Kalbar
Langganan:
Postingan (Atom)



